Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 327248

Email

perpustakaan@iainmadura.ac.id

Diklat Pakem Maddhu di Perpustakaan UIN Madura Perkuat Kompetensi Guru dalam Pelestarian Bahasa dan Sastra Madura

  • Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
  • Kamis, 27 Agustus 2026
  • Dilihat 103 Kali
Bagikan ke

Pamekasan - Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Madura (Pakem Maddhu) bekerja sama dengan UIN Madura menyelenggarakan Diklat Peningkatan Kompetensi Guru SD/MI dan SMP/MTs se-Madura, Kamis (27/8/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Perpustakaan UIN Madura lantai 4 mulai pukul 07.30 WIB hingga sore hari. Diklat diikuti  oleh para guru dari berbagai daerah di Madura sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi pendidik dalam pembelajaran bahasa Madura. Ketua Pakem Maddhu, Bapak Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd dalam sesi wawancara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas guru. Terutama bagi tenaga pendidik baru yang membutuhkan pembekalan bahasa, sastra, aksara serta budaya Madura secara berkelanjutan secara optimal.

Dalam sambutannya, Bapak Dr. Moh. Hafid Effendy mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mempertemukan kembali para guru setelah sekitar dua tahun tidak bertemu secara langsung. Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan meminta maaf apabila pelaksanaan kegiatan belum sempurna. Menurutnya, bahasa Madura memiliki beragam dialek dan tingkat tutur, mulai dari kasar, halus hingga bentuk yang lebih sopan. Karena itu, guru perlu memahami kaidah bahasa sekaligus mampu menyesuaikan penggunaannya dengan konteks. Beliau menilai diklat menjadi penting karena terdapat guru-guru baru yang perlu memperkuat pemahaman agar pembelajaran bahasa Madura di sekolah semakin tepat, menarik, kontekstual dan komunikatif. Tentunya relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

Bapak Dr. Hafid Effendy juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan diklat merupakan bagian dari komitmen Pakem Maddhu dalam melestarikan dan mengembangkan bahasa serta sastra Madura. Beliau menyebut Pakem Maddhu telah lama menjalin kerja sama dengan UIN Madura dalam berbagai kegiatan, termasuk penyusunan dan penerbitan buku pembelajaran bersama Yudhistira. Kolaborasi tersebut terus mengikuti perkembangan kurikulum sehingga bahan ajar diperbarui sesuai kebutuhan pendidikan. Selain pengembangan buku, Pakem Maddhu juga melakukan penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Madura serta transliterasinya ke carakan Madura. Hingga saat ini, proses transliterasi terjemahan Al-Qur’an tersebut telah mencapai sepuluh juz. Untuk juz 11 sampai 20, insya Allah akan selesai bulan depan, sehingga tinggal tersisa 10 juz lagi.

Diklat hari ini dirancang untuk menghasilkan kompetensi yang dapat diterapkan langsung di sekolah. Bapak Dr. Moh. Hafid Effendy menyebut terdapat tujuh kompetensi utama yang diberikan kepada peserta. Meliputi menembang macapat, menulis carakan Madura, ejaan bahasa Madura, penulisan cerpen dan drama, puisi serta pantun menggunakan aplikasi digital. Peserta juga diarahkan agar mampu menyusun modul ajar untuk jenjang SD, MI, SMP, MTs hingga SMA atau MA. Dengan demikian, hasil akhir kegiatan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi menghasilkan keterampilan yang mendukung proses pembelajaran bahasa Madura. Guru diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa dan budaya Madura secara optimal.

Keynote speaker Bapak Prof. Dr. Dimyati dalam sambutannya secara daring menegaskan bahwa bahasa Madura merupakan warisan budaya bangsa yang tidak ternilai. Bahasa tersebut bukan sekadar alat komunikasi tetapi mencerminkan identitas, kearifan lokal,dan jati diri masyarakat Madura. Beliau mengingatkan bahwa arus globalisasi dan modernisasi turut memengaruhi penggunaan bahasa Madura di kalangan generasi muda. Karena itu, guru memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan bahasa, sastra dan aksara Madura. Melalui diklat, peserta diharapkan memperoleh strategi pembelajaran yang kreatif, membangun jejaring antarguru serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh agar kecintaan terhadap bahasa Madura tumbuh di lingkungan sekolah masing-masing konsisten.

Kegiatan diklat juga ditandai dengan hibah sejumlah buku karya Bapak Dr. Moh. Hafid Effendy kepada Perpustakaan UIN Madura. Tujuan beliau menghibahkan karyanya adalah untuk  memperkaya konten Kemaduraan dalam koleksi perpustakaan, antara lain melalui buku cerpen berbasis kearifan lokal etnik Madura, bahasa Madura berbasis gender, cerita pendek, referensi spiritual serta karya terkait carakan Madura. Menurutnya, banyak karyanya telah tersedia dalam repositori UIN Madura sehingga dapat diakses secara digital. Bapak Dr. Moh. Hafid Effendy berharap kolaborasi dengan UIN Madura terus berkembang, termasuk dalam penguatan literasi Kemaduraan, transliterasi Al-Qur’an dan pelestarian carakan Madura.

Kepala Perpustakaan UIN Madura Bapak Dr. Mustajab menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Dr. Moh. Hafid Effendy atas hibah sejumlah karya untuk menambah koleksi Perpustakaan UIN Madura. Menurutnya, buku-buku bertema bahasa, sastra, aksara dan kearifan lokal Madura memiliki nilai penting dalam memperkuat koleksi Kemaduraan sekaligus mendukung kebutuhan informasi sivitas akademika. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas hibah buku ini. Koleksi tentang Kemaduraan merupakan bagian penting yang perlu dikembangkan karena tidak hanya menjadi sumber referensi bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perpustakaan dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan bahasa, sastra serta budaya Madura” tuturnya.AH