Reakreditasi Perpustakaan: Perpustakaan UIN Madura Belajar dari Pengalaman Sukses Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabya
- Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
- Jumat, 14 Agustus 2026
- Dilihat 56 Kali
PAMEKASAN — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dan mutu perpustakaan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Reakreditasi Perpustakaan UIN Madura pada hari Kamis (13/8/2026). Dalam sambutannya, Rektor UIN Madura Bapak Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu pusat layanan informasi bagi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Keberhasilan perpustakaan tidak cukup hanya diukur dari jumlah koleksi maupun aktivitas peminjaman, tetapi harus dilihat dari kualitas proses layanan serta manfaat yang dihasilkan bagi civitas akademika dan masyarakat.
Instrumen akreditasi perlu dipandang sebagai peta jalan dalam membangun perpustakaan yang bermutu. Pengelolaan perpustakaan harus diarahkan pada proses layanan yang terukur, tata kelola yang baik, sumber daya manusia yang kompeten serta sarana dan prasarana yang mampu memenuhi kebutuhan pemustaka. Beliau menekankan bahwa perpustakaan harus mampu memberikan dampak atau outcome terhadap peningkatan kualitas akademik. Melalui layanan literasi yang kuat, perpustakaan diharapkan mampu membantu mahasiswa dan dosen memperoleh sumber informasi yang kredibel untuk mendukung penelitian, penulisan karya ilmiah serta publikasi pada jurnal nasional maupun internasional.
Layanan perpustakaan ke depan tidak hanya ditujukan bagi masyarakat internal kampus, tetapi juga harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat eksternal. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pengembangan perpustakaan sebagai wisata literasi. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, diperlukan perencanaan yang matang melalui grand design pengembangan wisata literasi UIN Madura secara bertahap dan berkelanjutan. Penguatan perpustakaan membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Para pustakawan dan tenaga kependidikan didorong untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan maupun sertifikasi profesi sesuai bidang masing-masing. “Saya berharap proses reakreditasi tidak berhenti pada pencapaian predikat, tetapi menjadi momentum untuk membangun budaya mutu dan meningkatkan manfaat perpustakaan secara berkelanjutan”
Kepala Perpustakaan UIN Madura Bapak Dr. Mustajab, S.Ag., S.IPI., M.Pd dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada narasumber dan seluruh peserta Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Reakreditasi Perpustakaan UIN Madura. Kehadiran narasumber dari UIN Sunan Ampel Surabaya adalah kesempatan berharga bagi jajaran perpustakaan untuk belajar. “Selamat datang di bumi UIN Madura, Kampus Tanean Lanjhang” tuturnya. Persiapan reakreditasi merupakan kerjasama yang membutuhkan dukungan seluruh unsur universitas. “Insyaallah segala upaya dan daya kita lakukan bersama” tambahnya. Beliau berharap FGD kali ini, dapat memberikan pengetahuan, masukan dan pengalaman yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat persiapan reakreditasi serta mendorong Perpustakaan UIN Madura menjadi perpustakaan yang inovatif, berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi pemustaka.
Hadir sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Reakreditasi Perpustakaan UIN Madura Adalah Ibu Ummi Rodliyah, S.Ag., S.IPI., M.Hum Pustakawan Ahli Madya dan Ibu Desiana Ekasari Putri, S.IIP Pustakawan Ahli Pertama UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Pemilihan kedua narasumber tersebut didasarkan pada pengalaman UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pertama yang telah menyelesaikan reakreditasi perpustakaan dengan instrumen baru enam komponen.AH