Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 327248

Email

perpustakaan@iainmadura.ac.id

Menelusuri Jejak Literasi dan Resolusi Jihad di Rak Perpustakaan

  • Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
  • Kamis, 22 Oktober 2026
  • Dilihat 6 Kali
Bagikan ke

Hari Santri Nasional, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, bukan sekadar momentum upacara seremonial. Bagi kita di dunia literasi, Hari Santri adalah pengingat abadi tentang bagaimana resolusi jihad, kekuatan pena, dan kedalaman ilmu berkolaborasi dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Santri dan literasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sejak berabad-abad lalu, pondok pesantren telah menjadi pusat peradaban teks. Melalui tradisi mengaji Kitab Kuning, menyalin manuskrip, hingga menulis syarah (penjelasan kitab), para santri telah mempraktikkan budaya literasi tingkat tinggi: membaca kritis, memahami mendalam, dan merawat ingatan sejarah.

Tema Hari Santri tahun ini mengajak kita semua—baik santri di pesantren maupun "santri" dalam arti luas yang menuntut ilmu umum—untuk terus merawat masa depan bangsa dengan ilmu pengetahuan. Di era digital ini, tantangan kita bukan lagi melawan penjajah fisik, melainkan memerangi kebodohan, hoaks, dan malas membaca.

Perpustakaan hadir sebagai "pesantren modern" bagi siapa saja yang haus akan ilmu. Di sini, nilai-nilai kesantrian seperti kemandirian, ketekunan (istiqamah), dan akhlak dalam menuntut ilmu dipraktikkan setiap kali Anda membuka lembaran buku.

Untuk memperingati momen berharga ini, Perpustakaan memiliki karya-karya bertemakan Pesantren dan Santri seperti:

  • Sejarah Perjuangan Ulama & Santri: Temukan kisah heroik di balik dicetuskannya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 oleh Hadratusyaikh Hasyim Asy'ari.
  • Karya Sastra Pesantren: Nikmati novel-novel berlatar budaya pesantren yang sarat akan nilai kehidupan dan humanisme.
  • Biografi Tokoh Bangsa: Pelajari bagaimana didikan pesantren melahirkan pemikir besar, mulai dari KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga para cendekiawan Muslim kontemporer.