Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 327248

Email

perpustakaan@iainmadura.ac.id

Melihat Belum Tentu Percaya: Mengenal Deepfake di Era AI

  • Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
  • Senin, 6 April 2026
  • Dilihat 54 Kali
Bagikan ke

Di era digital sekarang, kita sering melihat berbagai video viral di media sosial. Mulai dari cuplikan pidato tokoh terkenal sampai video kejadian tertentu yang terlihat sangat nyata. Tapi di era kecerdasan buatan (AI), apa yang kita lihat di internet belum tentu benar-benar terjadi. Salah satu teknologi yang membuat hal ini mungkin adalah deepfake.

Deepfake adalah teknologi berbasis AI yang mampu memanipulasi video, gambar atau suara sehingga terlihat seperti asli. Misalnya, wajah seseorang bisa ditempelkan pada tubuh orang lain dalam sebuah video atau suara seseorang bisa ditiru dengan sangat mirip. Hasilnya bisa terlihat begitu realistis hingga sulit dibedakan dengan konten asli.

Awalnya teknologi ini banyak digunakan untuk hiburan atau efek visual dalam film. Namun seiring perkembangan teknologi, deepfake juga mulai disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu, hoaks atau manipulasi opini publik. Inilah yang membuat deepfake menjadi isu serius di era digital.

Bagi mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial dan internet setiap hari, fenomena ini menjadi tantangan tersendiri. Tanpa literasi digital yang baik, seseorang bisa dengan mudah percaya pada video atau informasi yang sebenarnya telah dimanipulasi.

Bagaimana Cara Mengenali Konten Deepfake?

Walaupun teknologi deepfake semakin canggih, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan ketika menemukan video atau konten yang mencurigakan.

Pertama, perhatikan detail visual seperti gerakan wajah, pencahayaan atau ekspresi yang terlihat tidak natural. Kadang-kadang deepfake masih memiliki ketidaksesuaian kecil yang bisa terlihat jika diperhatikan dengan teliti.

Kedua, cek sumber informasi. Video yang berasal dari akun anonim atau sumber yang tidak jelas sebaiknya tidak langsung dipercaya.

Ketiga, cari informasi pembanding dari sumber lain yang kredibel. Jika sebuah video benar-benar penting, biasanya akan dilaporkan juga oleh media terpercaya.

Yang paling penting, hindari langsung membagikan konten yang belum jelas kebenarannya. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi penyebaran informasi palsu di internet.

Di era AI saat ini, literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk memahami, mengevaluasi dan memverifikasi informasi yang kita temui secara online.

Pada akhirnya, perkembangan teknologi memang membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Deepfake mengingatkan kita bahwa di dunia digital modern, melihat sesuatu di internet tidak selalu berarti itu benar.

Karena itu, sebelum percaya atau menyebarkan sebuah konten, ada baiknya berhenti sejenak dan berpikir kritis. Di era AI seperti sekarang, satu hal yang perlu selalu diingat: melihat belum tentu percaya.