Perpustakaan UIN Madura Terima Hibah Dimensi Ekologis dalam Cerita Rakyat Madura
- Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
- Rabu, 29 April 2026
- Dilihat 9 Kali
Pamekasan – Perpustakaan UIN Madura kembali menambah khazanah koleksinya melalui hibah buku berjudul Dimensi Ekologis dalam Cerita Rakyat Madura: Kajian Ekokritik, Strukturalisme, dan Kearifan Lokal dari Kepala Pusat Audit Mutu Internal UIN Madura Albaburrahim, M.Pd (27/04/2026). Penyerahan hibah buku dilakukan secara langsung oleh Bapak Albaburrahim kepada Pustakawan Madya Hairul Agust Cahyono sebagai perwakilan dari Perpustakaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan literatur lokal sekaligus dukungan terhadap pengembangan koleksi berbasis kearifan lokal Madura.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Hairul Agust Cahyono menyampaikan apresiasi atas hibah yang diberikan. Tambahan koleksi ini sangat relevan dengan kebutuhan akademik sivitas kampus, khususnya dalam memperkaya sumber rujukan terkait budaya lokal Madura. Sementara itu, Bapak Albaburrahim berharap buku ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh civitas akademika serta menjadi pemantik kajian-kajian lanjutan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Buku berjudul Dimensi Ekologis dalam Cerita Rakyat Madura: Kajian Ekokritik, Strukturalisme, dan Kearifan Lokal merupakan karya kolaboratif Agik Nur Efendi, M.Pd bersama Albaburrahim, M.Pd. Buku ini disusun dengan memadukan kajian teoretis dan analisis empiris secara sistematis. Bagian awal menguraikan konsep ekokritik, etika lingkungan serta folklor sebagai dasar analisis. Dipaparkan berbagai cerita rakyat dari sejumlah sumber air di Madura, seperti Sumber Taman Sari hingga Omben, yang dianalisis dari sisi struktur mitos dan nilai ekologisnya. Para penulis merumuskan temuan utama yang menegaskan pentingnya pelestarian lingkungan berbasis budaya lokal. Hal ini menjadi rujukan penting dalam menghubungkan tradisi lisan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Cerita rakyat Madura, khususnya yang berkaitan dengan sumber air, menyimpan pesan ekologis yang mendalam. Melalui mitos, legenda dan ritual yang menyertainya, masyarakat Madura telah membangun kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan alam. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sistem nilai yang mengatur hubungan manusia dengan lingkungan. Pendekatan ekokritik dan strukturalisme ala Claude Lévi-Strauss membantu mengungkap makna simbolik di balik cerita-cerita tersebut, sehingga dapat dipahami sebagai bentuk kearifan lokal yang relevan dengan isu lingkungan masa kini.
Kepala Perpustakaan UIN Madura Dr. Mustajab, S.Ag., S.IPI., M.Pd turut memberikan apresiasi atas hibah buku tersebut. Beliau menyampaikan, hibah buku ini menambah referensi yang relevan bagi kebutuhan akademik, khususnya terkait kajian budaya lokal. Beliau berharap dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen sebagai bahan rujukan “Saya berharap koleksi seperti ini terus bertambah, karena tidak hanya mendukung kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi sarana pelestarian nilai-nilai budaya Madura yang sarat dengan pesan ekologis”.AH